Select Page


[Download PDF KONTAN DAILY Startup-Startup Impactful]

oleh Jennie M. Xue

Kita sudah mengenal berbagai startup berbasis aplikasi yang sebenarnya hanyalah konsolidator, seperti operator ojek online, chatting dengan dokter, dan dompet online. Memang mereka sangat memudahkan hidup di era Revolusi Industri 4.0 ini, namun masih banyak startup impakful yang berpotensi mengubah kualitas hidup orang banyak.

Kita bahas beberapa yang berbasis di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, Filipina, dan Kambodia.

1. Di tanah air, kita kenal Baran Energy dengan founder dan CEO Victor Wirawan. Baran adalah startup baterai listrik tenaga surya yang dapat digunakan untuk rumah dan mobil listrik. Teknologi penyimpanan energi surya ini memungkinkan pengguna swadaya listrik tanpa perlu mengandalkan PLN.

Solar panel digunakan untuk “menangkap” energi surya sebelum dialirkan ke baterai penampungan. Produk mereka termasuk PowerWall berkapasitas 8,8 KWh, PowerPack 126 KWh, dan PowerCube 1,2 MWh.

2. EcoWorth Tech di Singapura dipimpin oleh CEO Andre Stolz. Mereka memproduksi karbon fiber aerogel yang merupakan serat penyerap berbagai elemen organik di alam.

Spons ini dirancang untuk menyerap oli, minyak, lemak, dan cat. Namun tidak menyerap air. Salah satu fungsinya adalah untuk membersihkan tumpahan minyak di laut lepas.

3. ATEC Biodigesters International di Kambodia adalah startup yang memperkenalkan teknologi biodigester untuk memproses sampah pertanian menjadi biogas bebas untuk memasak dan pupuk organik yang sehat bagi tanah.

Para petani pengguna teknologi ini dapat menggunakan Pay As You Go (PayGo) model dalam membayar setiap penggunaan. Jadilah produk ini selain ramah lingkungan, juga ramah finansial bagi para petani.

4. Dengan mempertimbangkan lebih dari 40 persen penduduk dunia bisa menjadi sasaran nyamuk penyebab demam berdarah (dengue fever), startup Orinno Technology yang didirikan oleh co-founder David Du dan rekannya ini terpanggil untuk memberikan solusi nyata.

Dengan bantuan dari Singapore National Environment Agency, Mosquito Production Facility berhasil menternakkan nyamuk-nyamuk jantan yang diinjeksi dengan bakteria bernama Wolbachia. Nyamuk-nyamuk jantan ini disebarkan di ekosistem untuk mengawini nyamuk-nyamuk betina. Telur-telur yang dihasilkan tidak dapat menetas sehingga nyamuk berkurang dan menghilang.

Teknik ini sebenarnya sudah lama dikenal, namun selama ini sulit diaplikasikan karena menyeleksi jenis kelamin nyamuk sangat memakan sumber daya. Namun Orinno punya teknologi yang memisahkan larva berdasarkan jenis kelamin mereka.

5. Roceso Technologies di Singapura dipimpin oleh CEO dan co-founder Jane Wang. Startup ini memproduksi sarung tangan robotik lembut untuk para konsumen yang punya kelainan syaraf tangan, seperti akibat dari stroke, kecelakaan dan sebagainya.

6. RAD Green Solutions berbasis di Filipina menawarkan teknologi pengelolaan sampah yang ramah ekologi. Teknologi ini dikenal sebagai Pyroclave yang mengolah sampah medis infeksius dan solid dengan teknologi non-bakar.

Teknologi ini juga tidak menggunakan air, sehingga kontaminasi via zat ini dapat dinihilkan. Di tahap berikut, startup ini menggarap teknologi penyimpanan dan pembuangan sampah lainnya seperti plantasi saluran air kotor modular.

7. Third Wave Power adalah startup Singapura yang menciptakan dan memproduksi lampu tempel tenaga surya dengan CEO bernama Hariharan. Lampu surya ini didesain dengan panel surya yang menyerap sinar matahari dan ditampung di dalam baterai di siang hari.

Di malam hari, energi disalurkan ke lampu LED agar bersinar. Baterai yang digunakan adalah LFD yang dapat bertahan 4 hingga 5 tahun. Ekonomis dan portabel.

8. Para pendiri Transcelestial Technologies di Singapura dengan menggunakan teknologi Centauri One yang merupakan perangkat komunikasi laser yang dapat berkoneksi ke Internet dengan kecepatan luar biasa. Mohammad Danesh adalah co-founder startup ini.

Cara kerjanya sangat mudah. Perangkat kerasnya diletakkan di atas atap rumah dengan menghadap perangkat serupa terdekat. Perangkat laser akan saling berkomunikasi dan terkoneksi sehingga Internet pun tertangkap. Konsep ini mirip dengan tenaga listrik yang dapat dibroadcast ala Nikola Tesla.

Gol startup ini adalah menghubungkan satelit yang terkoneksi dengan laser yang dapat saling berkomunikasi satu sama lain. Jadi, semua orang di planet bumi bisa mempunyai akses Internet tanpa kecuali.

Delapan startup impakful ini sangat inspirasional dan memotivasi inovasi kita semua. Bagaimana kita dapat membuat dunia lebih baik, ternyata ada banyak cara dan sama-sama menguntungkan dari segi bisnis.[]

KONTAN DAILY, Jumat, 18 September 2020

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pin It on Pinterest

Share This