Select Page

 Kontan

Download KONTAN Daily Neksus di Mata Venture Capital dan Angel Investor

oleh Jennie S. Bev

Dunia bisnis
seringkali berlaku tidak adil. Premis ini mungkin kedengarannya tidak enak di
telinga, namun kenyataan membuktikan demikian. Untuk memenangkan “pinangan”
dari Venture Capitalist maupun Angel Investor untuk bisnis-bisnis yang masih
tergolong baru alias startup, sebaiknya berneksus di negara maupun negara
bagian dengan statistik yang menggembirakan.

Kemungkinan untuk
“dipinang” selalu ada, terlepas dari di manapun bisnis tersebut berneksus,
namun bukankah lebih menguntungkan apabila kita berproaktif mengikuti cara
berpikir mereka? Bayangkan, Anda memiliki perusahaan startup di Cimahi,
Indonesia. Bandingkan dengan mereka yang memiliki perusahaan startup di San
Jose, California. Mengingat di Cimahi hampir bisa dipastikan tidak ada kantor
VS maupun AI, mereka yang berneksus di dekat para investor besar inilah yang
kemungkinan dilirik. 

Silicon Valley
menerima sekitar 46 persen dana investasi. Bandingkan dengan luas AS
keseluruhan. Wilayah ini berlokasi sekitar satu jam di selatan dengan mobil
dari San Francisco. San Jose, Santa Clara, Palo Alto, Mountain View, Sunnyvale,
dan kota-kota sekitarnya termasuk  Lembah
Silikon ini yang sarat dengan bisnis-bisnis inkubator dan startup. 

Intelektual dan
pakar IT yang merupakan motor industri banyak yang bermukim di sini, sehingga
memudahkan untuk menggali sumber daya inovasi. Belum lagi universitas dan
sekolah-sekolah elit pensuplai tenaga kerja trampil, terlatih dan terdidik,
juga ada di sini: Stanford University, UC Berkeley, California State
University, Santa Clara University, San Jose State University, University of
San Francisco, dan sebagainya.

Neksus alias
“lokasi legal suatu bisnis” menentukan keberhasilan suatu bisnis pemula. Daftar
50 investor bisnis startup di Silicon Valley bisa dilirik di sini: http://www.businessinsider.com/sv-angel-50-2012-7.
Pernah seorang mantan pekerja IT di SV yang kembali ke Indonesia dan mendirikan
perusahaan dot-com di tanah air. Hasilnya bisa diduga, usaha tersebut dipandang
“tidak berskala internasional” dan membawa resiko lebih tinggi bagi para
investor, dibandingkan dengan bisnis-bisnis yang berneksus di SV.

Selain “keseksian”
bisnis dari segi revenue model dan business model, Brian C. Chosen, chairman of
the New York Angels menyembutkan empat kriteria yang perlu diperhatikan:
skalabilitas, potensi pertumbuhan, profitabilitias, dan sustainabilitas. Empat
kriteria ini penentu apakah suatu startup akan dilirik oleh VC dan AI. VC
sendiri lebih menyukai bisnis-bisnis yang sudah lebih teruji dan menghasilkan
keuntungan. AI lebih terbukan terhadap startup yang masih dalam fase “benih.” 

Sebagai startup
Indonesia, lantas bagaimana? Dengan mobilitas Internet, bisa saja Anda
mendaftarkan perusahaan sebagai LLC (limited liability company) berbasis di
Silicon Valley dengan menggunakan alamat virtual maupun registrant address yang
biasanya adalah alamat kantor pengacara bisnis yang membantu pembentukan badan
usaha. Anda tetap bekerja dari Indonesia atau mana saja dengan menggunakan
Internet.

Untuk pembentukan
LLC, orang non-AS alias “warga negara asing” boleh mendirikan dan tercatat
sebagai anggota LLC. Namun, untuk mendirikan corporation, diperlukan warga atau
entitas AS. Jadi, sesungguhnya LLC Anda bisa didirikan dulu untuk mendapatkan
status “perusahaan AS” sebelum perusahaan tersebut merupakan salah satu pemilik
dari Corporation yang baru terbentuk.

Setelah LLC didirikan
dan Anda terus menjalankan perusahaan berskalabilitas tinggi tersebut dari
Indonesia dengan bantuan Internet, Anda bisa mengadakan pertemuan-pertemuan
virtual dengan para VC dan AI. Berbagai social network untuk kepentingan bisnis
seperti LinkedIn, bisa digunakan untuk kepentingan ini. Anda bisa gunakan
fitur-fitur berbayar untuk mencari para VC dan AI.

Setelah pembicaraan berlanjut, Anda bisa mengadakan pertemuan tatap muka dengan
mereka yang tertarik, dengan mengajukan visa bisnis ke kedutaan atau konjen AS
di Indonesia. Juga Anda bisa berkonsultasi kepada American Chamber of Commerce
cabang Indonesia. Mestinya mereka bersedia membantu. 

Mempunyai
perusahaan berneksus AS bisa dijalankan dari mana saja. Juga AS terbuka akan
masuknya kapital tanpa batas minimal. Anda bisa berkonsultasi kepada Konsul
Perdagangan AS di kota tempat tinggal Anda. Sebaiknya berhati-hati dengan para
agen di Internet. Agen yang saya pribadi gunakan adalah LegalZoom, yang
kredibel dan bereputasi baik serta ekonomis.

Selamat
mempertimbangkan untuk membuka LLC berneksus AS, agar para VC dan AI lebih
tertarik untuk melirik usaha startup Anda.[]

KONTAN Daily, Jumat 7 Juni 2013

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pin It on Pinterest

Share This