Select Page

Peter Thiel

Kontan Logo

[Download PDF KONTAN DAILY Kontrarian Peter Thiel Pendiri PayPal]

oleh Jennie M. Xue

Salah satu pendiri payment gateway PayPal adalah Peter Thiel, yang merupakan partner sang “Renaissance Man” serba bisa multijenius Elon Musk. Selain sukses di PayPal, kini Thiel adalah salah satu intelektual publik dalam bidang bisnis, investor dan mentor startup-startup berpotensial Silicon Valley.

Kehebatan Peter Thiel yang paling menonjol adalah pola pikir kontrarian-nya (contrarian mindset), yaitu berpikir di luar dari dan berlawanan dengan arus utama (mainstream). Ini dituangkan dengan manis dalam buku best-sellernya berjudul His book Zero to One: Notes on Startups, Or How to Build the Future.

Beberapa poin penting pemikiran-pemikiran kontrariannya.

All happy companies are different; they are doing something unique. All unhappy companies are alike because they failed to escape the essential sameness of competition.

Setiap bisnis yang berhasil pasti berbeda, karena masing-masing menjalankan hal-hal unik nan spesifik. Sedangkan setiap bisnis yang gagal biasanya tidak berhasil mengelak dari berbagai unformitas kompetisi. Keberhasilan dan kegagalan bisnis berhubungan erat dengan keunikan dan tingkat kompetisi suatu bisnis.

Intinya, apabila kita terlalu fokus kepada kompetisi dan apa yang dikerjakan para kompetitor, seringkali kita tidak memperhatikan kelebihan-kelebihan unik kita yang sama sekali tidak dimiliki oleh kompetitor. Apapun bidang yang kita tekuni, kita perlu mengenal kompetitor namun janganlah kita menjadi “terdikte” oleh mereka. Fokuslah kepada apa yang sungguh-sungguh khas bisnis Anda.

Para kompetitor hanyalah pemotivasi bahwa bidang yang digeluti mempunyai pasar dan pemain. Mereka bukanlah pendorong Anda agar menjadi tertatih-tatih dalam mengikuti apa yang sedang tren belaka.

Berinovasilah dalam berbagai hal yang sangat mempengaruhi bisnis, misalnya dalam berbagai aspek produksi, desain, manajemen, pemasaran, maupun distribusi. Sebagai contoh, Microsoft dan Apple sama-sama menjual hardware dan software, namun keduanya memiliki keunikan tersendiri. Kompetisi tetap terjadi, misalnya dengan memperebutkan marketshare, namun keduanya memiliki kelebihan tersendiri yang sangat digemari oleh pasar masing-masing.

Thiel menjelaskan lebih dalam, bahwa yang terpenting dalam dunia bisnis adalah mengkultivasi bisnis yang unik dan spesifik, sehingga monopoli terjadi secara organik. Berkompetisi terus-menerus sangat melelahkan, walaupun terkadang diperlukan. Pebisnis disruptor mengenali bagaimana monopoli organik bisa tercipta dengan mengandalkan keunikan yang mudah dikerjakan oleh Anda, namun sulit diimitasi oleh kompetitor.

Yang menarik, dalam dunia bisnis, biasanya mereka yang memegang “monopoli” punya kecenderungan untuk menampik kesan tersebut. Ada hukum anti-trust and anti-monopoly yang mengatur mengenai bagaimana monopoli bisnis perlu dibatasi karena mengganggu perekonomian makro. Selain itu, pemonopoli tidak ingin memperbanyak kompetitor yang akan mengganggu marketshare mereka.

Sebaliknya, bisnis-bisnis yang perlu berkompetisi secara masif, malah mengaku bahwa mereka mempunyai “monopoli,” agar pasar dan investor semakin tertarik kepada mereka. Terkadang, unique value proposition (UVP) yang ditawarkan terkesan “dibuat-buat,” seperti “pelatih yoga pertama di Asia” dan “satu-satunya restoran Amerika Selatan di California.” UVP ini tidak bisa berdiri sendiri, karena para kompetitor bisa dengan mudah mensubstitusi mereka.

UVP yang sungguh-sungguh unik mempunyai kualitas penting: sulit disubstitusi oleh kompetitor. Sebelum mesin pencari Google merajalela, Yahoo! memposisikan diri sebagai search engine, kini sebagai direktori, portal berita, dan provider e-commerce. Ada banyak mobil balap, namun Lamborghini dan Ferrari tetap menduduki tangga teratas mengingat kualitasnya yang sangat sulit ditandingi, sehingga kompetitor pun lebih baik bersaing di pangsa pasar dan spek berbeda.

Inovasi tetap merupakan kunci pencapaian monopoli organik dan memenangkan kompetisi. Ada dua jenis perkembangan inovasi yang sedang berlangsung: globalisasi (mengkopi dan memodifikasi apa yang baik dari kompetitor) dan teknologi (penciptaan dan perbaikan teknologi yang ada). Di beberapa dekade terakhir, komputer dan komputerisasi merupakan perkembangan teknologi terakhir. Padahal, komputer dan komputerisasi bukanlah puncak tertinggi peradaban manusia.

Peluang-peluang bisnis dalam teknologi energi, transportasi, biomedis, dan lain-lainnya yang futuristik masih banyak yang belum dieksplor. Jadi, nosi bahwa “dunia itu rata” (world is flat), sehingga apapun “ide” terbaru pasti sudah ada yang kerjakan di belahan dunia lain, tidaklah pasti sahih. Ada “benefit of the doubt” karena tidak ada dua individu identik, sehingga tidak ada dua ide identik.

Kemiripan ide janganlah dijadikan alasan untuk tidak mencoba. Permutasi antara ide, pemahaman, dan eksekusi bisa mencapai infinitas. Sajikan dengan unik, niscaya ada jalan.[]

KONTAN DAILY, Jumat, 5 Agustus 2016

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pin It on Pinterest

Share This