Select Page


Image Source: BalenciagaUS.com


[Download PDF KONTAN DAILY Balenciaga Terlahir Kembali]

oleh Jennie M. Xue

Sepatu olahraga bersol super tebal ala Big Mac kini sedang ngehits. Bahkan Kylie Jenner dan para rapper kelas dunia juga mengenakannya dengan bangga. Padahal, gaya seperti ini dikenal di tahun 1980an dan 1990an.

Alhasil, jadilah Balenciaga salah satu “hottest brand” di dunia menurut para pakar dan media fashion. Padahal, Balenciaga telah beberapa dekade termasuk adem ayem tanpa gebrakan berarti.

Nah, siapa pelopor kembali ke sepatu olahraga tempo doeloe ini? Balenciaga yang merupakan bagian dari Kering Group.

Omzet pertengahan tahun 2019 mencapai USD 1,18 miliar. Diprediksikan USD 3 miliar dicapai dalam tahun ini. Angka cukup fantastis ini sebenarnya masih di bawah jauh dibandingkan dengan Gucci yang mencapai omzet USD 6,2 miliar Euro di tahun 2017.

Mungkin para Milenial pemakai malah belum atau baru lahir. Namun tampaknya mereka menggandrunginya. Buktinya, sepertiga omzet Balenciaga berasal dari penjualan sepatu ini.

Generasi Milenial ini mencakup 60 persen pemakai produk-produk Balenciaga. Fashion pria termasuk ceruk yang laris manis rumah mode yang berusia 101 tahun.

Wow, satu abad usianya? Ya. Dan Balenciaga diawali dengan rancangan-rancangan pakaian haute couture Cristobal Balenciaga.

Uniknya, sejak perancang utama Balenciaga bernama Demma Gvasalia direkrut pada tahun 2015, gaya haute couture super ultra ekslusif kini berubah menjadi gaya jalanan (streetwear) dengan logo besar dan hoodie ala penyanyi rapper. Unsur “haute couture” tetap diterapkan dengan tekstur dan siluet glamor dan agak futuristik.

Demma punya pengalaman berharga bekerja di Maison Margiela dan Louis Vuitton. Ia juga berpengalaman di rumah mode miliknya sendiri yaitu Vetements.

Vetements sendiri diorbitkan oleh hip-hop rapper Kanye West yang memuji Balenciaga sebagai merek fashon yang “anak muda” banget. Sebagai contoh, Balenciaga mempunyai “daya hancur” industri fashion conventional.

Fakta bahwa omzet terbesar berasal dari penjualan produk-produk fashion ini cukup unik, mengingat mayoritas merek-merek luks mendapatkan omzet terbesar dari penjualan tas, aksesoris, dan parfum. Produk fashion sendiri hanya merupakan “pelengkap” omzet yang terlihat sebagai produk utama.

Business growth Balenciaga sendiri fantastis. Mencapai 100 persen. Dan produk paling laris adalah sepatu sneaker Triple S dengan sol tebal seharga USD 850 sepasang.

Tren fashion pria terakhir yang dapat kita amati adalah semakin larisnya merek-merek luks seperti Louis Vuitton, Gucci, Armani, dan sebagainya. Pasar Asia, terutama China dan Asia Tenggara merupakan ladang yang subur.

Strategi bisnis yang digunakan antara lain adalah membangun brand awareness melalui berbagai kanal digital, termasuk sosmed dan online marketing lainnya. Para influencer hip-hop, seperti UFO361 dan Ozuna, yang sangat menggandrungi produk-produk mewah merupakan sasaran jitu untuk membangun following.

Jumlah pengunjung Balenciaga.com sendiri melonjak dari 750.000 visitor dalam satu bulan hingga melesat menjadi 2 juta orang. Bahkan di Q3 2017 dan Q1 2018, merek Balenciaga melampaui ketenaran Gucci.

Sebagai kasus bisnis, Balenciaga super unik. Betapa tidak, usia merek sudah super sepuh yaitu satu abad, namun masih mempunyai daya tarik bagi kaum muda belia. Selain masa surut yang cukup panjang, kini kebangkitan kedua Balenciaga memberi harapan bagi merek-merek tua untuk melirik pasar Milenial.

Generasi Milenial sendiri telah berubah dari yang “anti kemapanan” menjadi “penikmat kemapanan.” Dari yang sangat pro-hijau alias warrior ekologi menjadi pemakai sepatu berharga seharga seribu USD.

Ini mungkin merupakan pertanda bahwa Generasi Milenial telah berhasil meretas kemiskinan mereka sendiri di masa-masa pasca Resesi 2008. Jadilah mereka generasi yang “orang kaya baru” disamping tetap menjadi pembela keadilan dan ekologi hijau.

Akhir kata, kekuatan online marketing dan berbagai kanal media online merupakan strategi fantastis yang mampu mendatang omzet miliaran USD. Dunia bisnis ini sangat luar biasa di era Revolusi Industri 4.0 yang sarat dengan otomatisasi dan artificial intelligence.

Para pebisnis dapat mengambil keuntungan RI 4.0 ini dengan berbagai bentuk otomatisasi pemasaran online. Sepanjang influencer berjalan semestinya.[]

KONTAN DAILY, Jumat, 16 Agustus 2019

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pin It on Pinterest