Select Page

[Download PDF KONTAN DAILY Disrupsi Logistik Loginext Jawaban Bottleneck]

oleh Jennie M. Xue

Dengan semakin maraknya bisnis e-commerce, jasa logistik dan pengiriman (shipment and delivery) semakin dibutuhkan. Kota-kota besar berlalu lintas macet dan negara yang terdiri dari ribuan pulau sangat membutuhkan sistem otomatisasi logistik yang memecahkan masalah distribusi dan deliveri. Indonesia jelas perlu disrupsi logistik dan pengiriman.

Dalam dunia logistik dikenal istilah “the last mile problem,” di mana 30 persen biaya dikeluarkan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul dalam pengiriman, seperti di kota-kota metropolitan yang penuh bottle neck. Bayangkan stok perusahaan macam Alpha Mart yang sangat mengandalkan jasa pengiriman, misalnya, namun biaya dan sumber daya tersedot besar.

Dua lulusan Carnegie Mellon University visionaris bernama Dhruvil Sanghvi dan Manisha Raisinghani mendirikan disrupsi otomatisasi logistik dan pengiriman LogiNext yang berneksus di Fremont (California) dan Mumbai (India) yang berbasis SaaS (software as a system) sebagai respon. Sistem LogiNext membantu pengawasan total serentak para kru deliveri, seperti para sales rep, field agent, dan service agent dari satu dashboard.

Solusi yang diberikan termasuk otomatisasi informasi berbagai sumber daya di sepanjang rute dan biaya pembayaran kendaraan berdasarkan kilometer rute. Serta pilihan rute berbeda yang lebih cepat dan kondisi jalan lebih baik.

Selain itu, analitiks LogiNext dapat memberikan prediksi ketepatan tinggi ketika perlu mengkalkulasi pengiriman satu juta unit, misalnya. Sehingga berapa kendaraan, berapa orang perlu dipekerjakan sebagai supir, kenek, dan pengantar dapat dikalkulasikan dengan terinci bermargin eror rendah. Jika dikerjakan secara analog, ini cukup merepotkan, dan resiko kesalahan cukup besar.

Bagaimana sebenarnya penerapan disrupsi LogiNext dalam berbagai bisnis? Setiap pegawai yang perlu ke luar kantor dapat diawasi pergerakannya dengan sistem GPS, sehingga pemakaian bahan bakar, lokasi, dan depresiasi kendaraan dapat dihitung.

Ini sangat berguna untuk bisnis-bisnis deliveri, seperti kurir, makanan, dry cleaning, dan obat-obatan. Para salesforce door-to-door, antar-jemput tes-tes kesehatan, dan berbagai koleksi dokumen juga dapat dipantau termasuk tanda terima, invoice, dan verifikasi lainnya.

Tracking yang dilakukan seperti Uber termasuk juga stempel waktu, geo-coordinate, dan notifikasi push, sehingga manajer di kantor dapat dengan mudah memantau apa saja kegiatan puluhan anak buahnya di lapangan.

Manajemen cash juga dapat dipertanggung jawabkan, sehingga lokasi dengan kwitansi dapat dicocokkan untuk verifikasi lebih lanjut. Sedangkan fungsi analitiks dapat memantau rute yang direncanakan dengan yang sebenarnya, konsolidasi pengiriman sehingga rute lebih efisien, identifikasi keterlambatan pengiriman sehingga dapat rute dapat diubah atau bantuan dikerahkan.

Disrupsi ini menarik hati Jack Ma, sehingga di tahun 2015, online processor Paytm yang bagian dari Alibaba memutuskan menginjeksi investasi $10 juta di LogiNext. Logikanya, dengan deliveri dan pengiriman lancar, pelayanan berbagai bisnis termasuk e-commerce menjadi semakin baik.

Selain inovasi teknologi yang mengikuti perkembangan e-commerce, ada beberapa hal lain yang menarik dari studi kasus LogiNext dan para pendirinya Dhruvil Sanghvi dan Manisha Raisinghani.

Pertama, kecepatan inovasi dua kali kecepatan tren.
Pengenalan tren sangat menentukan sukses atau gagalnya suatu bisnis. LogiNext mengenali tren terbaru deliveri dan pengiriman secara rinci dan komprehensif, sehingga semua dapat dikalkulasikan dan diprediksikan dengan tepat. Problem-problem klasik sekaligus terpecahkan.

Kedua, unsur kontak manusia.
Unsur kontak manusia sangat penting dalam bisnis yang semakin terotomatisasi. Sebaliknya, kebebasan berpikir dan mengungkapkan pendapat sangat menentukan derap inovasi. Tujuan inovasi sendiri jelas untuk peningkatan kualitas hidup manusia, jadi setiap problem sekecil apapun yang tercatat akan membantu proses pembentukan inovasi.

Ketiga, learning and development.
Research and development akan terjadi secara organik sepanjang ada learning and development. Belajar dari setiap problem yang timbul dengan kuriositas tinggi menjawab kebutuhan akan inovasi otomatisasi. Bahkan program LogiNext Way of Learning and Development mendapatkan penghargaan Aegis Graham Bell Award for Innovation in Data Science dan IBM: Top 30 Emerging B2B Companies selama dua tahun berturut-turut.

Semakin bisnis terotomatisasi dan e-commerce semakin berjaya, dunia bisnis semakin berbeda dibandingkan sepuluh tahun lalu. Berbagai masalah klasik dapat dipecahkan oleh teknologi yang memadukan detil pergerakan aktivitas manusia setiap menit dengan berbagai data set yang ditangkap melalui sistem analitiks akurat.

Dengan bantuan SaaS seperti LogiNext, seorang manajer dapat memonitor puluhan atau bahkan ratusan anak buahnya di lapangan melalui dashboard. Sehingga solusipun dapat ia berikan secara instan melalui sistem atau alat komunikasi instan lainnya. Sudah saatnya semua bisnis di Indonesia menggunakan teknologi-teknologi disruptif agar akuntabilitas, efisiensi, dan produktivitas dapat ditingkatkan.[]

KONTAN DAILY, Jumat, 18 Agustus 2017

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pin It on Pinterest