Select Page

Edward Snowden: Mata-Mata atau Peniup Peluit?

  [Baca langsung di Koran Tempo.] oleh Jennie S. Bev, Santa Clara Ternyata kita sudah hidup seperti yang digambarkan dalam film-film thriller di masa depan. Setiap gerak-gerik kita sudah dideteksi secara digital. Apakah sebenarnya di dalam diri kita sudah...

Iran Era Hasan Rowhani

  [Baca langsung di Koran Tempo.] oleh Jennie S. Bev Presiden Iran terpilih yang dikenal moderat Hasan Rowhani menjanjikan transparansi atas program nuklir mereka. Ia juga menjanjikan pemulihan hubungan baik dengan Barat, terutama AS dengan harapan sangsi-sangsi...

Krisis Kapitalisme Neoliberal

  [Baca langsung di Koran Tempo.] oleh Jennie S. Bev Neoliberalisme diawali dengan krisis struktural di tahun 1970an. Terminologi “neoliberalisme” ini awalnya mengacu kepada strategi kelas elit kapitalis yang bekerja sama dengan para manajer finansial dalam...

Lima Belas Tahun Tragedi Mei 1998

oleh Jennie S. Bev Tragedi Mei 1998 telah berlalu 15 tahun. Era Reformasi juga telah berjalan 15 tahun. Banyak tanda tanya yang masih belum terjawab. Apa yang sesungguhnya menyebabkan terjadinya tragedi yang menghancurkan demikian banyak tubuh, jiwa, harta benda, dan...

Bom Boston, Senjata, dan Kekerasan Publik

oleh Jennie S. Bev Maraton Boston ditandai dengan dua bom rakitan dengan pressure cooker yang meledak di garis finish. Banyak tanda tanya. Motif peledakan? Siapa pelakunya? Seorang pasien sakit jiwa? Ekstrimis kanan? Kiri? Agamis? Terlepas dari motif dan pelaku Bom...

Remembering the May 1998 Tragedy

by Jennie S. Bev Every May, my mood becomes somber. Thirteen years ago, in 1998, mobs destroyed, torched, and looted Chinese-Indonesians’ business and personal properties. My parent’s house in Central Jakarta was literally saved by a mosque, as the mob backed down...

The silence breaker

  by Jennie S. Bev What do Benedict Anderson, John Roosa, and Robert Lemelson have in common? They have all talked about the G30S/PKI incident and its aftermath. Anderson with his Cornell paper A Preliminary Analysis of the October 1, 1965 Coup in Indonesia, Roosa...

Pin It on Pinterest